• 1
  • 1
  • 1

INFO WISATA

Ngekak Sangger : Upacara Pengentin Pedesaan Legung
[ 2042 pembaca ]

Upacara adat penganten pedesaan Legung ini dikenal dengan nama sebutan ¡§ Ngekak Sangger ¡§ sampai sekarang tradisi ini masih disukai dan dilaksanakan oleh masyarakat Desa Legung kecamatan Batang ¡V batang Kabupaten Sumenep dalam setiap hajatan perkawinan. Proses awal perkawinan dimulai dengan tahapan mencari jodoh dan tahapan iini dibagi menjadi dua bagian yang dikenal dengan sebutan :

A. Ngen-angenan atau Khabar

Dimana orang tua berusaha untuk mencari calon isteri untuk anaknya yang sudah dewasa ( baligh ) dan berkeinginan mencari pasangan hidup dengan meminta bantuan kepada seseorang yang disebut dengan Pangadek.


B. Arabas Pagar

Peran pangadek mencari keterangan calon penganten yang diincarnya melalui tetangga atau kerabat dekat gadis ( calon ) untuk memperoleh keterangan atai informsi, apakah sang gadis sudah mempunyai tunangan atau pacar ( bahasa trend masa kini ) atau masih sendiri, setelah melalui proses awal yang begitu panjang maka dimulailah proses lanjutan yang disebut masa bertunangan alias Abakalan.
C. Nyabak Jajan atau Lamaran

Calon mempelai laki ¡V laki mengirimkan seperangkat alat ¡V alat keperluan wanita yang dibawa oleh rombongan secara beriringan seperti kain, seperangkat perhiasan emas ( bagi yang mampu ) , bedak serta segala macam kue ¡V kue dan makanan khas daerahnya dan proses ini disebut dengan BHAN - GHIBAN, setelah menerima pemberian ini maka pihak wanita segera membalas dengan memberi seperangkat keperluan calon laki ¡V laki dengan berbagai macam masakan atau makanan serta ikan yang dibawa oleh kerabat atau saudara dekat ( famili ) proses ini disebut BALESSAN dari pihak wanita ( gadis ) kepada calon laki ¡V laki , atau juga disebut dengan istilah TONGEBBHAN. Sesudah berlangsungnya proses tersebut diatas, maka sejak saat itu sang gadis atau paraban sudah menjadi ¡§ bakal ¡§ atau tunangan calon laki ¡V laki.

RANGKAIAN UPACARA PERKAWINAN


Menjelang hari ¡V hari perkawinan dimana sang kedua mempelai mengadakan persiapan ¡V persiapan diantaranya memperindah bentuk gigi, peristiwa ini disebut dengan mamapar atau meratakan gigi , menurut anggapan orang di pedesaan , bahwa gigi yang indah adalah gigi yang rata tanpa ada tonjolan , setelah itu ada acara pingitan untuk calon pengantin wanita dimana si calon pengantin wanita itu dipingit dengan orang tua supaya tidak keluar pekarangan rumah bahkan takut terkena sarapat alias e rok ¡V torok yaitu kerasukan roh halus

Selanjutnya sampailah pada hari yang sudah ditetapkan, yaitu pelaksanaan acara yang sangat sakral yaitu ditetapkannya acara Ijab Kabul ( akad nikah ) untuk mengikuti sunnah Rasul yang bertempat di rumah mempelai perempuan. Sehari menjelang dilaksanakannya upacara perkawinan adat dengan bertempat di rumah penganten wanita yang dituakan dan ia berpakaian serba tertutup membawa kendi berisi air serta lampu minyak yang dikenal dengan sebutan Demar Kambheng . Di sepanjang perjalanan menuju rumah mempelai wanita membisu dan tidak boleh membalas teguran sapa orang. Sementara itu, kendi berisi air ditangannya harus dituangkan sedikit demi sedikit sepanjang perjalanan, kemudian emar Kambheng diletakkan di kamar mempelai wanita, hal ini dimaksud sebagai pembuka jalan demi keselamatan bagi kedua mempelai dalam melaksanakan upacara perkawinan.

1. Ngekak Sangger ; Upacara Pengentin Pedesaan Legung

Pagi hari rombongan penganten pria diiringi bunyi ¡V bunyian kesenian hadrah dan saroenen menuju ke rumah mempelai wanita untuk melaksanakan upacara Ngekak Sangger. Di belakangnya beriringan para remaja serta orang dewasa membawa barang ¡V barang yang disebut bingkisan ( barang bawaan pihak laki ¡V laki ) penganten pria dengan gagah menaiki kuda hias ( jaran serek ) busana penganten yang dipakai masih belum lengkap.

Iring - iringan membawa membawa beberapa macam bingkisan berupa :
a. Pembawa pertama atau penyenggek berupa sepasang ayam dari kayu yang melambangkan tekad penganten pria yang ulet dalam menempuh kehidupan.
b. Pembawa Dulban dengan bendera uang ditancapkan di kue tersebut melambangkan tekad penganten pria memberikan kesejahteraan material dalam menempuh kehidupan bersama kelak selain kesejahteraan moril, lahir dan bantin.
c. Pembawa bunga sekar mayang kelapa melambangkan kehidupan yang selalu berlimpah rejeki.
d. Pembawa sirih dan pinang dengan lengkap
e. Pembawa pangonong melambangkan kesanggupan dan keuletan kita sebagai petani dalam mengolah pertanian atau perkebunan yang makmur.
f. Pembawa judang yang berisi keperluan rumah tangga
g. Pembawa aneka macam kue ¡V kue.


Ketika pengantin pria tiba di pintu depan rumah mempelai wanita , rombongan disambut oleh seorang laki ¡V laki dari wakil keluarga wanita, untuk penyelesaiannya pangadek maju dan kemudian terjadi dialog antara keduanya dan saling melemparkan kata ¡V kata kiasan ( parsemon ) atau pantun ¡Vpantun dan jika pangadek sudah mendapat izin , maka kemudian pengantin pria dipersilahkan masuk.

Di serambi depan rumah tersebut satu buah sangger yang untaiannya lepas satu. Dalam upacara ini pengantin pria harus mengikatkan kembali ( merangkai ) untaian sangger tersebut yang lepas dari asalnya. Arti makna simbol ¡§ Pengantin Ngekak Sangger ¡§ adalah Ngekak artinya bilah ¡V bilah bambu yang dirangkai menjadi alas tempat tidur. Dalam upacra ini pengantin pria diberi tugas untuk merangkai bilah atau sangger yang lepas.

Menurut penuturan para sesepuh di Desa Legung Kecamatan batang ¡V batang Kabuapten Sumenep , tindakan ini melambangkan :
„« Bahwa perkawinan bagi orang - orang di pedesaan Sumenep bukanlah merupakan pertautan kedua mempelai, melainkan masuknya pengantin pria ke dalam keluarga besar sang isteri, seperti halnya sangger yang terbuat dari bilah ¡V bilah bambu yang rapi tersusun dalam satu ikatan dan tahan dalam menghadapi tantangan hidup.
„« Mendidik atau sebagai pembelajaran bagi pengantin pria agar selalu arif dan tertib dan memegang sopan santun seperti halnya rangkaian sangger.

Setelah acara tersebut, pengantin pria keluar dan kemudian pengantin pria berbenah dengan memakai hiasan pengantin lengkap untuk bersiap ¡V siap menjemput pengantin wanita pada acara pengantin Ngarak dengan berkeliling kampung di pedesaan sebagai tanda m,emberitahukan kepada masyarakat atau khalayak ramai bahwa dia resmi menempuh hidup baru dalam rumah tangga.


2. Upacara penganten Ngarak

Pengantin wanita dengan naik tandhu yang dipikul oleh beberapa orang , sedangkan pengantin pria naik kuda serek dengan iring ¡V iringan atau arak ¡V arakan pengantin tersebut diarak melewati pusat keramaian seperti pasar, persimpangan jalan , kadang ¡V kadang ke makam keramat yang disebut bujuk atau melewati alun ¡V alun, masjid , kantor kecamatan dan seputaran desa, sedangkan di depan dan belakang pengantin , para pengiring membawakan musik saronen yang ikut memeriahkan acara tersebut yaitu musik tiup tradisional Madura.


3. Sabung

Acara ini ditandai dengan diaraknya pengantin kembali menuju mempelai wanita untuk melaksanakan acara sabung yang artinya mempertemukan kedua mempelai dalam hajad atau pesta perkawinan yang diselenggarakan oleh pihak wanita, sesampainya di beranda rumah pengantin wanita didudukan diatas talam kuningan yang berisi beras serta dilapisi kain kuning yang disebut lekser talam. Kemudian dilanjutkan dengan Nyacap yaitu para sesepuh kerabat dan sanak famili meneteskan air mempergunakan kuntum melati yang direndam dalam air, kemudian sisa air di minum oleh mempelai berdua dengan harapan mudah ¡V mudahan di karuniai rejeki serta keturunan saleh dan sholehah serta ketenteraman dalam mengarungi bahtera kehidupan selanjutnya kedua mempelai duduk bersanding di pelaminan dan untuk menghibur para tamu dan undangan , biasanya dihibur dengan penapilan kesenian Topeng Dalang semalam suntuk atau hiburan kesenian mocopat lengkap dengan sindennya. Dan ketika malam telah bertambah larut malam si pengantin pria dan wanita siap masuk ke paraduan yang diikuti dengan tembang ¡V tembang mocopat.

Tembang ¡V tembang mocopat yang dilantunkan umumnya berisi tembang kinasih atau kasmaran yang sarat mengenai pesan ¡V pesan kehidupan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Sementara acara tersebut beralngsung selama tiga hari tiga malam.

Acara perkawinan berakhir ditandai dengan selamatan di rumah pengantin wanita sebagai tanda syukur kehadirat Illahi Rabbi dan dibongkarnya peralatan pesta perkawinan seperti tenda , tikar dan alat pelaminan seperti kuade, dekorasi dan lain ¡V lain [KEMBALI]

AGENDA


LAKIP 2015
IKU Kab. Sumenep 2016
LKPJ Bupati
  Fasilitas Umum  
  Hotel  
  Usaha Mandiri  
  • SERVICE
    SERVIS RAMAYANA
    Jl. Teuku Umar No 21
    Telp :
  • SERVICE
    YAN ELEKTRONIK
    Jl. Diponegoro
    Telp :
  • SERVICE
    HASAN ELECTRONIC
    Jl. Blimbing No 4
    Telp :
  • SERVICE
    LUKMAN ELEKTRONIK
    JL. Dr. Wahidin
    Telp :
  • SERVICE
    EDY JUNAIDI
    JL. KH WAHID HASYIM GG 10 SUMENEP
    Telp :
[ Index Fasilitas Umum + ]

News Room
News Room adalah bidang yang menangani pengolahan berita secara uptodate, sehingga mampu menyampaikan berita secara cepat dan tepat bagi masyarakat.
Kontak :
Telp :
Email :
Tabloid Info
Tabloid Info adalah sebuah media bidang yang menangani berita melalui media cetak, yang bergerak khusus pada bidang pemerintahan.
Kontak :
Telp :
Email :

STATISTIK PENGUNJUNG


Pengunjung hari ini : 868
Total pengunjung : 816968
Hits hari ini : 27757
Total Hits : 9202816
Pengunjung Online : 47


SMS PENGADUAN : [6285815767XXX] (: Pada tgl 12 desember saya melakukan perekaman e ktp tapi sampai saat ini e ktp saya belum selesai dengan: NIK : 3529124902930004 NAMA : RAHMATUN NISA KAB : SUMENEP AMBUNTEN TENGAH) [dukcapil ] ()[6281233365XXX] (percobaan) [diskominfo] ()